<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382</id><updated>2011-04-21T21:15:17.902+02:00</updated><title type='text'>Pencari Ilmu</title><subtitle type='html'>Kenapa tak pernah kau tambatkan.
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu.
pelabuhan tenang yang mau menerima.
kehadiran kapalmu!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rodailmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-112480819286654685</id><published>2005-08-23T17:40:00.000+03:00</published><updated>2005-08-23T17:43:12.866+03:00</updated><title type='text'>Hadiah cinta seorang ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/1600/BadBaby7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/320/BadBaby7.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;``Bisa saya melihat bayi saya?`` pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, ``Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.`` Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, ``Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?`` Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. ``Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,`` kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, ``Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,`` kata sang  ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, ``Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.`` Ayahnya menjawab, ``Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.`` Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, ``Sesuai denganperjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.``&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah.... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. ``Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,`` bisik sang ayah. 'Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-112480819286654685?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112480819286654685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112480819286654685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/08/hadiah-cinta-seorang-ibu.html' title='Hadiah cinta seorang ibu'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-112480750413430780</id><published>2005-08-23T17:29:00.000+03:00</published><updated>2005-08-23T17:31:44.136+03:00</updated><title type='text'>--:: Kekuatan do'a ::--</title><content type='html'>Doa itu senjata orang mukmin, cukup sering saya dengar dan baca. Tapi jujur saja tidak ada penghayatan khusus terhadapnya. Namun peristiwa beberapa bulan lalu membuat saya lebih ngeh dengan kata-kata tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal ketika saya dan adik pergi untuk satu keperluan. Tak ada masalah saat menaiki angkot (angkutan kota) pertama. Tapi ada rasa was-was saat saya akan menaiki angkot kedua, entah kenapa. Beberapa kali saya mengucapkan ‘audzubikalimattillaahittammat min syarri ma khalaq’ seraya melangkah masuk ke dalam mobil jurusan Lebak Bulus itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan satu per satu penumpang turun. Tinggallah saya, adik, seorang perempuan, dan tiga orang lelaki bertubuh besar. Dua duduk di depan kami, seorang di sebelah saya. &lt;br /&gt;“Kuliah di mana, Dik?” Laki-laki bertopi pet yang duduk di depan saya tiba-tiba bertanya pada saya. “Di Lenteng,” sahut saya sambil menyebutkan mantan kampus saya dulu. Saya malas berbasa-basi menjelaskan bahwa saat itu saya sudah mantan mahasiswi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja si topi pet mulai nyerocos tentang kasus penusukan di angkot berjurusan sama. Pelaku penusukan, oceh si topi pet, adalah laki-laki namun pisau yang dipakai disembunyikan dalam tas rekannya yaitu seorang wanita berjilbab! Dan karena kami berjilbab ia ingin memeriksa tas saya untuk memastikan tidak ada pisau di dalamnya. &lt;br /&gt;Saya dan adik terkesiap. Ini sih alasan standar penodong. Adik saya pernah mengalami hal serupa di daerah sekitar situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleks, adik mengetuk atap untuk menghentikan angkot yang sedang melaju. “Hei, jangan turun aja dong, liat dulu tasnya,” bentak seorang yang berkaus kuning. “Saya enggak mungkin bawa pisau,” balas saya dengan nada tinggi. Hati saya sudah ketar-ketir. Saat itu di dalam tas ada handphone dan uang 300 ribu. Adik saya mulai melafadzkan doa-doa dengan suara keras karena takut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarin aja handphone sama dompetnya biar tasnya kita periksa,” bentak si topi pet. “Enggak ada apa-apa di tas saya. Cuma Quran,” balas saya lagi. Kesal, saya buka sedikit tas dan mengambil Quran yang alhamdulillah saat itu sedang saya bawa. Saya tunjukkan pada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si topi pet mulai kesal. “Jangan sampai saya paksa ya,” serunya sambil merogoh kantung belakangnya. Masya Allah, pisau lipat. Adik saya bertambah keras melafadzkan doa-doa. Subhanallah, tiba-tiba tangan si topi pet gemetar. Pisaunya terjatuh ke kolong bangku. Ketika ia mengambilnya kembali lagi-lagi pisaunya terjatuh. Ia berteriak kepada si kaus kuning, yang saat itu sudah tarik-tarikan tas dengan saya. “Udah, ambil aja tasnya!” serunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan datang ketika mobil yang kami tumpangi berhenti karena lampu merah. Cepat saya dan adik turun dan berlari ke pinggir jalan. Ketika sebuah taksi melintas, bergegas saya dan adik naik. Kami tak mau ambil resiko mereka turun dan mengejar kami. Kami bernafas lega dan bersyukur Allah telah menyelamatkan kami saat itu lantaran doa-doa yang terus kami lafadzkan sepanjang peristiwa tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-112480750413430780?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112480750413430780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112480750413430780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/08/kekuatan-doa.html' title='--:: Kekuatan do&apos;a ::--'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-112318184490656166</id><published>2005-08-04T21:53:00.000+03:00</published><updated>2005-08-04T22:14:47.400+03:00</updated><title type='text'>PERJALANAN HIDUP KITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/1600/CA6J0HA31.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/320/CA6J0HA31.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/1600/CA6J0HA31.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/320/CA6J0HA31.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/1600/CA6J0HA31.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/320/CA6J0HA31.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil&lt;br /&gt;mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati&lt;br /&gt;perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya&lt;br /&gt;kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa&lt;br /&gt;bangga dan prestise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar&lt;br /&gt;sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu&lt;br /&gt;diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan&lt;br /&gt;anak-anak&lt;br /&gt;yang tampak melintas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buk....!!!!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan&lt;br /&gt;yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan&lt;br /&gt;seseorang.&lt;br /&gt;"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram,dimundurkannya&lt;br /&gt;mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu&lt;br /&gt;dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Ditariknya&lt;br /&gt;anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak&lt;br /&gt;itu pada sebuah mobil yang diparkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang telah kau lakukan!?!! Lihat perbuatanmu pada mobil&lt;br /&gt;kesayanganku!!"&lt;br /&gt;Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.&lt;br /&gt;"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di&lt;br /&gt;bengkel untuk memperbaikinya". Ujarnya lagi dengan kesal dan geram,tampak&lt;br /&gt;ingin memukul anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.&lt;br /&gt;"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi&lt;br /&gt;harus melakukan apa". Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon&lt;br /&gt;ampun.&lt;br /&gt;"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau&lt;br /&gt;berhenti...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk&lt;br /&gt;ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku&lt;br /&gt;yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat&lt;br /&gt;mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.&lt;br /&gt;Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini,ia&lt;br /&gt;mulai terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai&lt;br /&gt;tercenung itu.&lt;br /&gt;"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah,kakakku&lt;br /&gt;terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai&lt;br /&gt;sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang&lt;br /&gt;mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan&lt;br /&gt;ludah.&lt;br /&gt;Segera dia berjalan menuju lelaki tsb, di angkatnya si cacat itu menuju&lt;br /&gt;kursi rodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di&lt;br /&gt;lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan&lt;br /&gt;bahwa mereka akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."&lt;br /&gt;Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar&lt;br /&gt;menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang&lt;br /&gt;mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar&lt;br /&gt;miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh&lt;br /&gt;lemparan batu tsb, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.&lt;br /&gt;Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi&lt;br /&gt;pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk&lt;br /&gt;membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia&lt;br /&gt;menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam&lt;br /&gt;hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk&lt;br /&gt;menarik perhatianmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar,&lt;br /&gt;dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan&lt;br /&gt;melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup&lt;br /&gt;kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk&lt;br /&gt;menyelaraskannya untuk melihat sekitar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.&lt;br /&gt;Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan&lt;br /&gt;menyadari&lt;br /&gt;setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam&lt;br /&gt;urusan,memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang&lt;br /&gt;melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita&lt;br /&gt;mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar&lt;br /&gt;bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan&lt;br /&gt;batu-batu itu buat kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-112318184490656166?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112318184490656166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112318184490656166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/08/perjalanan-hidup-kita.html' title='PERJALANAN HIDUP KITA'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-112318158270977376</id><published>2005-08-04T21:41:00.000+03:00</published><updated>2005-08-04T22:19:56.100+03:00</updated><title type='text'>Harimu Adalah Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/1600/CAU3016N1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2755/1233/320/CAU3016N1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikandan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang. Hari ini dengan mataharinya yang menyinari Anda, adalah hari Anda. Umur Anda hanya sehari. Karena itu anggaplah rentang kehidupan Anda adalah hari ini saja, seakan-akan Anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga. Saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan pula terikat dengan ketidakpastian-ketidakpastian di masa yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan serta gelombang yang sangat mengerikan. Hanya untuk hari sajalah seharusnya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.  Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu', bacaan Al-Quran yang sarat tadabbur, dzikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada jiwa dan raga, serta bersikap sosial terhadap sesama.  Hanya untuk hari ini saja, saat mana Anda hidup. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki yang Anda dapatkan hari ini dengan penuh keridhaan: Istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan posisi Anda.  "Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur." (QS Al-A'raf: 144)  Jalanilah hidup Anda hari ini dengan tanpa kesedihan dan guncangan jiwa, tanpa rasa tidak menerima dan keirian, dan tanpa kedengkian.  Satu hal yang harus Anda lakukan adalah menuliskan pada dinding hati Anda suatu kalimat (yang juga harus Anda tuliskan dia atas meja Anda): "Harimu adalah hari ini". Jika Anda makan nasi hangat hari ini, maka apakah nasi yang Anda makan kemarin atau nasi besok hari yang belum jadi akan berdampak negatif terhadap diri Anda?  Jika Anda bisa minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin? Atau, mengapa malah mengharapkan air yang hambar dan panas yang akan datang esok hari?  Jika Anda jujur terhadap diri Anda sendiri maka dengan kemauan keras, Anda akan bisa menundukkan jiwa Anda pada teori ini : "Saya tidak akan pernah hidup kecuali hari ini." Oleh karena itu, manfaatkanlah hari ini, setiap detiknya, untuk membangun kepribadian, untuk mengembangkan semua potensi yang ada, dan untuk membersihkan amalan Anda.  Katakanlah: "Hari ini saya akan mengatakan yang baik-baik saja. Saya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata kotor dan menjijikkan, tidak akan pernah mencela dan mengghibah. Hari ini saya akan menertibkan rumah dan kantor, agar tidak semrawut dan berantakan, agar rapi dan teratur. Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan memperhatikan kebersihan dan penampilan diri. Juga, gaya hidup, keseimbangan cara berjalan, bertutur dan tindak tanduk."  Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, melakukan shalat sesempurna mungkin, melakukan shalat-shalat nafilah sebagai bekal untuk diri sendiri, bergelut dengan Al-Qur'an, mengkaji buku-buku yang ada, mencatat hal-hal yang perlu, dan menelaah buku yang bermanfaat.  Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan menanam nilai-nilai keutamaan di dalam hati ini dan mencabut pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: takabur, ujub, riya', dan buruk sangka.  Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kebaikan kepada mereka: menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang kebingungan, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membantu yang dizhalimi, membantu yang lemah, mengasihi yang menderita, menghormati seorang yang alim, menyayangi anak kecil, dan menghormati yang sepuh.  Karena saya hidup untuk hari ini saja maka saya akan hidup untuk mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah bersama mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku tercenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."  "Wahai masa depan, yang masih berada dalam keghaiban, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi. Aku tidakk memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang."  "Hari Anda adalah hari ini", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-112318158270977376?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112318158270977376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/112318158270977376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/08/harimu-adalah-hari-ini.html' title='Harimu Adalah Hari Ini'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111979436328367828</id><published>2005-06-26T16:57:00.000+03:00</published><updated>2005-06-27T15:07:54.733+03:00</updated><title type='text'>Berkat Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Syeikh Abdul Kadir semasa berusia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke Baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir meskipun keberatan melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus batu. Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan berkata bohong dalam apa jua keadaan. Ibunya membekalkan wang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, mereka telah diserang oleh 60 orang penyamun. Habis harta kafilah dirampas tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir kerana menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perompak bertanya Abdul Kadir apa yang dia ada. Abdul Kadir menerangkan dia ada wang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu hairan dan melaporkan kepada ketuanya. Pakaian Abdul Kadir dipotong dan didapati ada wang sebagaimana yang diberitahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua penyamun bertanya kenapa Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui wangnya akan dirampas? Abdul Kadir menerangkan yang dia telah berjanji kepada ibunya supaya tidak bercakap bohong walau apa pun yang berlaku. Apabila mendengar dia bercakap begitu, ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Sedangkan Abdul Kadir yang kecil tidak mengingkari kata-kata ibunya betapa dia yang telah melanggar perintah Allah sepanjang hidupnya. Ketua penyamun bersumpah tidak akan merompak lagi. Dia bertaubat di hadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral &amp;amp; Iktibar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Agama perlu dituntut meskipun terpaksa berjalan jauh. Kata-kata ibu menjadi pendorong dan perangsang dalam hidup. Berkata benar adalah satu kekuatan yang boleh memberi keinsafan kepada orang lain. Niat yang baik dan ikhlas mendapat keberkatan daripada Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111979436328367828?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979436328367828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979436328367828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/berkat-kejujuran.html' title='Berkat Kejujuran'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111979416046280974</id><published>2005-06-26T16:54:00.000+03:00</published><updated>2005-06-27T15:09:13.266+03:00</updated><title type='text'>Cerita</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SAKIT MATA SEMBUH DENGAN WUDLU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Junaid Al-Banghdadi sakit mata. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ia diberitahu oleh seorang tabib, jika ingin cepat sembuh jangan sampai matanya terkena air. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika tabib itu pergi, ia nekad berwudhu membasuh mukanya untuk sholat kemudian tidur. Anehnya, sakit matanya malah menjadi sembuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Saat itu terdengar suara "Junaid menjadi sembuh matanya kerana ia lebih ridha kepada-Ku". Seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaannya." Kata suara itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tabib yang melihat mata Junaid sembuh itu menjadi keheranan, "Apa yang telah engkau lakukan?" "Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian sholat", ujarnya." &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tabib itu memang beragama Nashrani, dan setelah melihat peristiwa itu, dia beriman. "Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dia pulalah yang menciptakan obatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111979416046280974?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979416046280974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979416046280974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/cerita.html' title='Cerita'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111979296043044304</id><published>2005-06-26T16:29:00.000+03:00</published><updated>2005-06-27T15:09:57.276+03:00</updated><title type='text'>Do'a</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Do'a Mustajab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargaku, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Didalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QC. Al- Fath:17)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang.Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw."Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya pergi ke medan perang. Karena itu `Amru kemudian menghadap Rasulullah Saw dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini.""Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas dirimu." Kata Nabi mengingatkan."Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke sana." Kata `Amru tetap berkeras.Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan kepadanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah "Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah melihat Hindun, istri `Amru bin Jumuh sedang menuntun unta ke arah Madianh. `Aisyah bertanya: "Bagaimana beritanya?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan, "jawab Hindun."Mayat siapakah di atas unta itu?" "Saudaraku, anakku dan suamiku." "Akan dibawa ke mana?" "Akan dikubur di Madinah."Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah. "Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah. "Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain." Jawab Hindun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi merebah ketika di belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada Rasulullah danmenyampaikan peristiwa yang dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk dikuburkan di Madinah. Tapi binatang ini tak mau berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat."Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa ketika hendak ke Uhud?""Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan.""Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad ini ke Madinah" kata beliau lagi."Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-orang jika berdoa kepada Allah benar-benar dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu, `Amru bin Jumuh," sambung Nabi. Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu; dan Abdullah, saudaramu.""Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada Nabi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111979296043044304?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodailmu.blogspot.com/feeds/111979296043044304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13841382&amp;postID=111979296043044304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979296043044304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979296043044304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/doa.html' title='Do&apos;a'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111979197991538881</id><published>2005-06-26T16:17:00.000+03:00</published><updated>2005-06-27T15:12:29.946+03:00</updated><title type='text'>Cerita</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Panglima Romawi itupun Bertaubat&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;.............. alam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang panglima Romawi yang bermana George memanggil Khalid bin Walid. Kedua orang paglima itu saling mendekat sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Kepada Khalid, George bertanya: "Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikitpun, kerana Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan jangan pula kamu menipuku, kerana sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah." "Tanyalah apa yang ingin engkau tanyakan," kata Khalid. "Apakah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW sebuah pedang dari langit kemudian diberikannya kepadamu sehingga jika kamu pakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?" "Tidak!" Jawab Khalid. "Apakah sebabnya kamu digelar dengan Saifullah (Pedang Allah)?" Tanya George. Khalid menjawab: "Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, seluruh kaumnya sangat memusuhinya termasuk juga aku, aku adalah orang yang paling membencinya. Setelah Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepadaku, maka aku pun masuk Islam. Ketika aku masuk Islam Rasulullah SAW menerimaku dan memberi gelaran kepadaku "Saifullah" (pedang Allah)." "Jadi tujuan kamu berperang ini untuk apa?" Tanya George. "Kami ingin mengajak kamu supaya bersaksi bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah dan kami juga ingin mengajak kamu untuk mempercayai bahawa segala apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah benar." Jawab Khalid. George bertanya: "Apakah hukumannya bila orang itu tidak mahu menerimanya?" Jawab Khalid: "Hukumannya adalah harus membayar jizyah, maka kami tidak akan memeranginya." "Bagaimana kalau mereka tidak mahu membayar?" Tanya George. "Kami akan mengumumkan perang kepadanya," kata Khalid bin Walid. George bertanya: "Bagaimanakah kedudukannya jika orang masuk Islam pada hari ini?" Khalid menjawab: "Di hadapan Allah SWT, kita akan sama semuanya, baik dia orang yang kuat, orang yang lemah, yang dahulu mahupun yang kemudian masuk Islam." "Apakah orang dahulu masuk Islam kedudukannya akan sama dengan orang yang baru masuk?" Tanya George. Khalid menjawab: "Orang yang datang kemudian akan lebih tinggi kedudukannya dari orang yang terdahulu, sebab kami yang terlebih dahulu masuk Islam, menerima Islam itu ketika Rasulullah SAW masih hidup dan kami dapat menyaksikan turunnya wahyu kepada baginda. Sedangkan orang yang masuk Islam kemudian tidak menyaksikan apa yang telah kami saksikan. Oleh kerana itu siapa saja yang masuk Islam yang datang terakhir maka dia akan lebih mulia kedudukannya, sebab dia masuk Islam tanpa menyaksikan bukti-bukti yang lebih meyakinkannya terlebih dahulu." George bertanya: "Apakah yang kamu katakan itu benar?" "Demi Allah, sesungguhnya apa yang aku katakan itu adalah benar,"jawab Khalid. George berkata: "Kalau begitu aku akan percaya kepada apa yang kamu katakan itu, mulai saat ini aku bertaubat untuk tidak lagi memusuhi Islam dan aku menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam, wahai Khalid tolonglah ajarkan aku tentang Islam." Lalu Khalid bin Walid membawa George ke dalam kemahnya, kemudian menuangkan air ke dalam timba untuk menyuruh George bersuci dan mengerjakan solat dua rakaat. Ketika Khalid bersama dengan George masuk ke dalam khemah, maka tentera Romawi mengadakan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam. Setelah selesai mengerjakan solat, maka Khalid bin Walid bersama dengan George dan kaum Muslimin lainnya meneruskan peperangan sampai matahari terbenam dan di saat itu kaum Muslimin mengerjakan solat Zohor dan Asar dengan isyarat sahaja. Dalam pertempuran itu, George yang telah bergabung dengan barisan kaum Muslimin itu terbunuh, dan dia hanya baru mengerjakan solat dua rakaat bersama dengan Khalid bin Walid. Walaupun demikian, ia telah menyatakan keIslamannya dan berjanji untuk tidak akan kembali lagi kepada agama lamanya. Semoga Allah menempatkan George ke dalam golongan orang-orang yang beriman&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111979197991538881?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodailmu.blogspot.com/feeds/111979197991538881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13841382&amp;postID=111979197991538881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979197991538881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979197991538881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/cerita_26.html' title='Cerita'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111979691706921491</id><published>2005-06-22T23:03:00.000+03:00</published><updated>2005-06-27T15:11:50.746+03:00</updated><title type='text'>PENUNTUT ILMU</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;ADAB PENUNTUT ILMU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;1. Ikhlas karena Allah I .&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerena Allah I dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah e telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya e :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah I sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu MajahTetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya ) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2.Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk meng-hilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faidah dari ilmu kita.Apakah disyaratkan untuk memberi mamfaat pada orang lain itu kita duduk dimasjid dan mengadakan satu pengajian ataukah kita memberi mamfa'at pada orang lain dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawaban yang benar adalah yang kedua; karena Rasulullah e bersabda :&lt;br /&gt;"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (HR: Bukhari)Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at. Karena kedudukan syari'at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak berarti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid'ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah e. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor'an dan As-Sunnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalaan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman shahabat, bahkan pada masa Rasulullah e masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Mencari kebenaran dan sabar&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gasa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai kita mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Di samping itu, mencari kebenaran dalam ilmu sangat penting karena sesungguhnya pembawa berita terkadang punya maksud yang tidak benar, atau barangkali dia tidak bermaksud jahat namun dia keliru dalam memahami sebuah dalil.Wallahu 'Alam.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Dikutip dari " Kitabul ilmi" Syaikh Muhammad bin Shalih Al'Utsaimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;(Abu Luthfi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://van.9f.com/adab_menuntut_ilmu.htm"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://van.9f.com/adab_menuntut_ilmu.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111979691706921491?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979691706921491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111979691706921491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/penuntut-ilmu.html' title='PENUNTUT ILMU'/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13841382.post-111936162511442234</id><published>2005-06-21T16:38:00.000+03:00</published><updated>2005-06-26T16:06:03.100+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengapa Kami Memilih Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Husain Rofe(Reformer Inggris)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   Pada waktu orang bermaksud akan berpindah dari agamanya yang dianutnya karena pengaruh lingkungan kelahirannya, biasanya yang mendorongnya itu dasar-dasar emosional, filsafat atau kemasyarakatan. Bakat pembawaan saya sendiri telah menuntut suatu keimanan yang dapat memenuhi tuntutan filsafat dan sosial. Bagi saya hal itu hanya bisa dipenuhi dengan keputusan untuk menguji kebenaran semua agama penting di dunia melalui buku-bukunya, dakwahnya dan pengaruhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   Saya lahir dari kedua orang tua campuran, seorang Yahudi dan, seorang Katolik, dan saya tumbuh di bawah pengaruh tradisi gereja Inggris. Pada waktu saya selama beberapa tahun mengikuti sembahyang di gereja sebagai salah satu kewajiban harian, saya mulai dapat membandingkan antara kepercayaan-kepercayaan dan peribadatan-peribadatan Yahudi dan Kristen.Bakat pembawaan saya sendiri menolak kepercayaan inkarnasi Tuhan dan bahwa Tuhan menutupi dosa manusia. Akal saya juga tidak mampu menerima kenyataan banyaknya Injil dan keterangan-keterangannya atau tafsirnya, atau kepercayaan yang tidak berdasarkan logika, seperti tradisi-tradisi yang dijalankan dalam gereja Inggris.Dalam agama Yahudi saya menemukan gambaran tentang Allah itu lebih terhormat, walaupun penggambaran ini berbeda-beda pada masing-masingBible. Ada kepercayaan Yahudi yang masih terpelihara kesuciannya, sehingga saya dapat belajar banyak dari padanya, tapi juga banyak yang saya tolak. Kalau kita laksanakan semua ajaran dan tuntutannya, kita akan kehabisan waktu sama sekali atau hanya tinggal waktu sedikit saja untuk mengurus soal-soal duniawi, karena dalam agama Yahudi ada upacara-upacara peribadatan yang tidak habis-habisnya merepotkan energi kita. Dan bisa jadi yang terburuk dalam agama Yahudi ialah bahwa dakwahnya itu hanya ditujukan kepada segolongan minoritas tertentu, dan karenanya agama Yahudi itu menimbulkan jurang pemisah antara bermacam-macam tingkat sosial dalam masyarakat.Dalam pada itu saya suka menyaksikan sembahyang Kristen di gereja Inggris, sebagaimana juga saya suka menghadiri sembahyang di gerejaYahudi. Saya turut kedua-duanya. Akan tetapi kenyataannya saya tidak memegang atau mempercayai salah satu agama yang dua itu. Dalam agamaKatolik Roma saya lihat banyak hal-hal yang tidak jelas bisa dimengerti dan tunduk kepada kekuasaan manusia. Agama Katolik Roma menganggap rendah kemanusiaan, sebaliknya Paus dan para pendetanya dianggap suci, bahkan hampir disamakan dengan Tuhan.Kemudian saya mempelajari filsafat Hindu, terutama ajaran-ajarannya pada Upanishads and Vedanta. Di sini juga saya menemukan banyak halyang mengagumkan saya, tapi juga banyak yang tidak bisa diterima oleh akal saya. Dalam filsafat Hindu saya tidak menemukan cara pemecahanbeberapa macam penyakit masyarakat, dan didalamnya tidak terhitung banyaknya macam-macam keistimewaan (privileges) untuk para pendeta,disamping tidak adanya uluran tangan untuk mengasihi orang-orang miskin terlantar, seakan-akan nasibnya itu karena kesalahannya sendiri, dan jika dia mau memikul penderitaan hidup dengan sabar, maka rupanya kehidupan sesudah mati malah lebih baik.Agama Hindu hanyalah satu cara untuk menundukkan dan menguasai orang banyak. Agama itu bagi mereka hanya untuk menegakkan kekuasaankependetaan yang memegang kendali segala kekuasaan, sedang perhubungannya dengan Tuhan hanya proforma, seolah-olah kehendak-Nyaitu minta supaya segala sesuatu tetap sebagaimana adanya.Buddisme mengajarkan kepada saya banyak mengenai akal dan ketentuan-ketentuannya. Buddisme menunjukkan kepada saya suatu carauntuk mengusahakan adanya saling pengertian di antara bangsa-bangsa, seakan-akan sama mudahnya dengan percobaan-percobaan kimiawi, asalsetiap orang mau memberikan pengorbanan yang diperlukan, mungkin berupa reaksi terhadap penyusunan kasta-kasta.Akan tetapi dalam Buddisme saya tidak menemukan pelajaran-pelajaran tentang akhlak. Dalam hal ini Buddisme sama dengan Hindu. Didalamnyasaya hanya menemukan ajaran bagamana caranya supaya manusia bisa sampai ke tingkat manusia-super-kuat atau apa yang dikira demikian oleh orang banyak. Akan tetapi bagi saya jelas bahwa kekuatan yang dimaksud itu bukan merupakan bukti tingginya jiwa seperti yang mereka kira. Kekuatan semacam itu hanya mampu meningkatkan ilmu, mencapai prestasi olahraga, menguasai emosi dan menyederhanakan banyak kesenangan dan syahwat,seperti yang diajarkan oleh ajaran Stoics. Dalam Buddisme saya tidak menemukan ajaran bagamana caranya supaya kita ingat kepada Allah; didalamnya saya tidak menemukan ajaran yang memberi petunjuk ke arah Maha Pencipta. Budisme hanyalah suatu latihan badan untuk mencapaikeselamatan dan kebebasan. Dalam pada itu, Bodhisatya malah menganjurkan pengorbanan keselamatan dan kebebasan seseorang untukkeselamatan dan kebebasan orang lain. Dalam aliran ini tampak ada soal-soal kerohanian, tidak hanya mempersoalkan penguasaan nafsukehewanan dan kekuatan-kekuatan alam. Oleh karena itu, maka secara teoritis Buddisme sanggup menyelamatkan dunia, seperti juga agamaKristen, kata Tolstoi, asal terbatas pada kata-kata Yesus, tanpa tambahan dan tafsiran yang salah.Akan tetapi jika ternyata banyak kepercayaan yang menurut teorinya sanggup menyelamatkan dunia, mengapa mereka gagal dalam praktek?Jawabnya ialah: Kepercayaan-kepercayaan itu tidak memberi perhatian kepada golongan mayoritas (terbanyak). Dia hanya tertuju kepadagolongan minoritas. Sebenarnya, jika kita perhatikan ajaran-ajaran Kristen dan Buddha sebagaimana yang dimaksud oleh para pendirinya,ternyata bahwa kedua agama itu mengelakkan diri dari soal-soal kesulitan masyarakat, karena memang kemasyarakatan itu bukan sasaranperhatiannya. Keduanya, Yesus dan Buddha menganjurkan supaya orang melepaskan diri dari nafsu ingin memiliki kekayaan dan darikesenangan-kesenangan duniawi sebagai usaha mencari Tuhan, dengan kata-kata seperti: "Jangan melakukan perbuatan buruk" atau "Vairagyam",dan "Janganlah kamu direpotkan dengan apa yang akan terjadi besok."Saya menaruh hormat besar bagi mereka yang mampu menempuh jalan atau cara ini, saya yakin bahwa itu bisa menyampaikan mereka kepada Allah.Tapi saya juga yakin bahwa umumnya manusia tidak mampu menempuh jalan semacam ini. Karena itu, maka ajaran-ajaran ini sedikit sekali nilaikemasyarakatannya. Suatu ajaran kerohanian yang mulia, tapi gagal total dalam usaha membimbing orang banyak. Kepuasan intelektual yang tidakada gunanya untuk mengubah orang banyak dan memperbaiki kondisi mereka dalam bidang kerohanian, mental dan material dalam waktu yang pendek.Mungkin merupakan suatu keanehan, bahwa ketika saya berdiam di negara-negara Arab, perhatian saya kepada Islam itu sedikit saja danhanya melihat lahiriyahnya. Agama ini tidak mendapat perhatian saya untuk mempelajarinya secara teliti, seperti yang saya lakukan terhadapagama-agama lain. Akan tetapi kalau saya ingat bahwa hubungan saya yang pertama dengan Islam itu dengan membaca Al-Qur'an terjemahan Bodwell,maka tidaklah mengherankan kalau saya katakan bahwa saya tidak tertarik. Akan tetapi sesudah saya berkenalan dengan salah seorangmuballig Islam terkenal di London, saya menjadi kaget dengan sedikitnya kegiatan orang-orang Arab dalam usaha memberikan petunjuk kepadaorang-orang bukan Islam supaya masuk Islam, dan dalam usaha menyiarkan ajaran-ajarannya di tempat-tempat atau negara-negara yang mungkin disana mereka akan lebih berhasil. Hanya karena sering merasa tidak percaya kepada orang-orang asing, cara yang biasa ditempuh olehorang-orang Timur ialah bergerak secara diam-diam, dari pada secara terang-terangan.Dengan bimbingan yang bijaksana, saya telah membaca sebuah terjemahan Al-Qur'an dan tafsirannya dari seorang muslim, ditambah dengan membacabuku-buku yang lain tentang Islam, saya akhimya mendapat gambaran yang benar tentang Islam. Dengan demikian, maka dalam waktu yang tidak lama,saya telah menemukan sesuatu yang saya cari selama bertahun-tahun.Pada suatu hari di tahun 1945 saya mendapat undangan untuk menghadiri sembahyang 'Id dan sesudah itu makan-makan. Hal itu merupakankesempatan yang baik bagi saya untuk mempelajari sekumpulan international Muslim, di mana tidak terdapat kumpulan Arab, tidak adanasionalisme. Yang ada hanyalah perkumpulan orang banyak yang mewakili bermacam-macam bangsa di dunia, bermacam-macam tingkat sosial danbermacam-macam warna kulit. Di sana saya bertemu dengan seorang pangeran Turki dan juga rakyat biasa. Mereka semua duduk untuk makanbersama. Pada wajah orang-orang kaya tidak nampak sikap merendahkan diri yang dibuat-buat, atau sikap pura-pura merasa sama dariorang-orang kulit putih dalam pembicaraannya dengan kawan-kawan mereka yang berkulit hitam. Tidak juga kelihatan di antara mereka orang yangmenjauh dari orang banyak, tidak nampak rasa kepangkatan dan kedudukan yang tersembunyi di balik tabir kepalsuan.Dalam agama Islam saya tidak berkesempatan untuk melukiskan soal-soal kehidupan, justru karena kelengkapannya yang tidak saya temukan dalamagama-agama lain. Cukuplah kalau saya katakan bahwa sesudah saya berpikir dan memperhatikan, saya beroleh petunjuk untuk iman kepadaagama ini, sesudah saya mempelajari agama-agama terkenal di dunia tanpa memeluk salah satunya.Dengan keterangan saya tersebut, cukup jelas, mengapa saya menjadi orang Islam? Walaupun hal itu belum cukup untuk menjelaskan segalasesuatunya. Soalnya, karena perasaan ini selalu tumbuh dan bertambah bersamaan dengan berlalunya waktu dan bertambahnya pengalaman saya.Saya telah mempelajari kebudayaan Islam pada English University, di mana untuk pertama kalinya saja mengetahui bahwa Islamlah yang telahmengeluarkan Eropa dari kegelapan. Saya mempelajari sejarah, ternyata bahwa pemerintahan-pemerintahan besar itu adalah pemerintahan Islam,dan kebanyakan ilmu pengetahuan modern itu berasal dari Islam. Maka ketika orang-orang pada datang kepada saya untuk mengatakan bahwadengan memeluk agama Islam itu saya telah menemukan jalan mundur, saya tersenyum saja. Mereka tidak mengetahui tentang hubungan sebab danakibat.Bolehkah dunia menghukum Islam karena kemundurannya yang ditimbulkan oleh faktor-faktor luar? Apakah nilai Renaisance yang pernah dialamiEropa itu kurang disebabkan kemunduran-kemunduran umum yang dialami di mana-mana di dunia sekarang ini?! Apakah agama Kristen itu boleh dicapbrandalan, penumpah darah dan barbarisme disebabkan inkuisisi abad tengah dan penaklukan Spanyol?!Perlu diperingatkan bahwa akal pikiran yang terbesar dan termaju di segala zaman seluruhnya memandang dengan penuh hormat kepada kebudayaanIslam yang mutiara-mutiaranya tetap tersimpan dan Barat tidak pernah menemukannya.Saya telah datang ke beberapa daerah jajahan dan saya berkesempatan untuk melihat bagamana seorang pengembara/pendatang diterima di setiaptempat, di mana reaksi pertamanya adalah pertolongan yang diberikan kepada mereka. Saya tidak pernah menemukan di luar kalangan kaummuslimin orang yang mendekati cara mereka dalam menghormati orang asing dan menolongnya tanpa pamrih.Dilihat dari segi perekonomian, saya menemukan kenyataan bahwa hanya masyarakat Islam-lah yang telah menghilangkan jurang pemisah antaraorang-orang kaya dan orang-orang miskin dengan cara yang menyeluruh, melenyapkan kekacauan. Saya bisa mengatakan bahwa komunis Sovyet modern tidak akan mampu menghasilkan apa yang bisa dihasilkan di bawahPemerintahan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(&lt;a href="http://van.9f.com/kisah12.htm"&gt;http://van.9f.com/kisah12.htm&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13841382-111936162511442234?l=rodailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodailmu.blogspot.com/feeds/111936162511442234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13841382&amp;postID=111936162511442234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111936162511442234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13841382/posts/default/111936162511442234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodailmu.blogspot.com/2005/06/mengapa-kami-memilih-islam-husain.html' title=''/><author><name>muammar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12673481958668521799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
